Cara Install Wine di Linux dan Cara Upgradenya

Well, terkadang kita saat pertama kali migrasi dari OS Windows ke OS berbasis kernel Linux contohnya Linux Mint, Ubuntu, BlankOn, dll. Pastinya masih terbayang-bayang akan pesona dari si Windows entah dari UI/UX Windows, Office, Photoshop, maupun dari game-game nya yg mempesona, dll. Sehingga menyulitkan diri kita untuk melakukan full migrasi ke Linux.

Untuk menjawab semua keraguan kalian yg belum ataupun sudah melakukan migrasi ke OS Linux, disini gw akan kasih tips atau tutorial singkat cara install Wine di Linux serta cara Upgrade ke versi terbaru dari versi Wine. Oh ya software Wine sendiri merupakan software yg berguna sbg aplikasi untuk menjalankan program-program khusus Windows. Contonya bisa install Photoshop CC 2014, Office 2007 / 2010, dll. Bisa kalian cek sendiri di web winehq.org

Wine 4.0 has been released

Langkah Ke - 1 :

Tentunya siapkan PC atau Laptop ber OS Linux, bisa menggunakan Ubuntu, Linux Mint, Fedora, Kali Linux, Debian, dll. Berikut Screenshot OS Linux yg gw gunakan sekarang.


Langkah Ke - 2 :

silahkan Copy kode berikut ini ke terminal kalian :
apt-get update && apt-get install 
 Setelah proses instalasi selesai, silahkan dicek versi Wine yg terinstall dengan kode berikut ini :
wine --version
Biasanya, jika masih pertama kali kita menggunakan kode install wine seperti diatas, akan di Install sesuai versi stable di Repository OS Linux kalian, disini gw masih pakai wine versi 1.6.2

Perlu diketahui, saat gw menulis artikel ini, versi wine yg sudah siap atau sudah versi stable, sudah menginjak versi Wine 4.0. Untuk itu mari siapkan terminal Linuxnya lagi 😁

Pertama dowload dulu Official Wine Repository Key :

wget -nc https://dl.winehq.org/wine-builds/winehq.key

Kemudian tambahkan key berikut ini :

sudo apt-key add winehq.key
Setelah menambahkan key tersebut, cek dulu basic Linux yg kalian digunakan, disini gw menggunakan Linux Mint 18.3 Sylvia basisnya Ubuntu 16.04 Xenial Xerus jadi gw gunain kode ini
sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ xenial main'
Jika kalian menggunakan Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19.x silahkan menggunakan kode ini
sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ bionic main' 
Untuk pengguna Ubuntu 18.10 bisa gunakan kode ini
sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ cosmic main'
Masing-masing perbedaan terletak pada kata sebelum main, sesuaikan saja dengan versi kalian sendiri

 Setelah itu, lakukan apt-get update atau apt update
sudo apt-get update

 Langkah terakhir setelah

Install versi Wine Stable alias versi yg diharapkan sudah bebas Bug
sudo apt-get install --install-recommends winehq-stable
dah tinggal makan dulu yg belum makan, yg puasa ya tetap puasa dong jgn makan juga 😂

setelah selesai, bisa kalian cek lagi versi Wine terbaru, pastikan sudah versi 4.0 lho yaaa
wine --version

Uyeaahhhh, Wine gw udah terupdate bosss 😎, monggo komentarnya ditunggu bagi yg masih bingung or masih gagal .........

See you all 😀

Artikel Terkait

Saya seorang yg bercita-cita menjadi pebisnis aplikasi ternama di Indonesia

2 Comments

mantull, akhirnya bisa juga...malah dapat versi 5 dari linux mint 18.3 ACER aspire 5315 jadul :) tinggal test

ok, versi 5 Gan. Blom Saya Tes. Kalo semisal dipakai instal android emulator seperti MEMU and LDPlayer gimana ya Gan... mohon saran


EmoticonEmoticon